Online ebook

Top Best Epub Readers

➸ The Key Word: Perpustakaan di Mata Masyarakat Author Labibah Zain – Eiyo.us

The Key Word: Perpustakaan di Mata MasyarakatDesain Sampul Maria Leonitha Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, Perpustakaan Kota Yogyakarta Dan Blogfam Dot Com Mempersembahkan SEBUAH BUKU TENTANG PERPUSTAKAAN Yang Tidak Membikin Kening Anda Berkerut.Ditulis Oleh Akademisi, Mahasiswa, Novelis, Pejabat, Kyai, Pustakawan Hingga Anak Anak Simaklah Bagaimana Mereka Menuliskan Impian Dan Harapan Harapan Mereka Tentang Perpustakaan.Perpustakaan Di Negeri Ini Jangan Sampai Jatuh Tak Terurus Dan Sepi Pembacanya Kalau Perpustakaan Kita Jatuh Sempurnalah Kejatuhan Peradaban Bangsa Musa Asy Arie Potensi Keabadian Ini Dapat Diberlakukan Untuk Semua Penulis Tanpa Terkecuali Persis Seperti Hak Semua Orang Untuk Dikuburkan Di Tempat Yang Layak Sama Dengan Kenyataan Bahwa Semua Orang, Tak Peduli Pangkat Atau Kedudukannya, Toh Akan Mati Dan Akan Dikuburkan Di Suatu Tempat Setidaknya Begitulah Yang Terbayang Dan Sampai Sekarang Masih Saya Harapkan Berlaku Di Perpustakaan Perpustakaan Betapa Sedih, Misalnya, Jika Sebuah Buku Tak Sampai Ke Perpustakaan Seperti Seorang Prajurit Yang Gugur Di Medan Laga Tanpa Ketahuan Di Mana Kuburnya Putu Laxman Pendit..perpustakaan Yang Ribut Dan Dijaga Oleh Para Anggotanya Karena Bisa Gawat Jika Perpustakaan Ramai Tapi Hanya Dipenuhi Orang Yang Tidak Peduli Buku Seseorang Di Antara Mereka Mungkin Akan Mulai Melepas Celana Dan Menandai Daerahnya Isman H Suryaman Perpustakaan Itu Petugasnya Tua Dan Galak Well, Kita Harus Ketemu Kalau Begitu Kemudian Baru Deh Anda Bisa Nilai, Saya Tua Dan Galak Nggak Hehehe Sylvia L Namira Seluruh Hasil Penjualan Buku Ini Akan Didedikasikan Untuk Pengembangan Perpustakaan Yang Membutuhkan

    10 thoughts on “ ➸ The Key Word: Perpustakaan di Mata Masyarakat Author Labibah Zain – Eiyo.us


  1. says:

    605th 2011Konon, waktu aku masih dalam kandungan, ibuku sedang haus hausnya membaca apa saja, terutama buku buku dan majalah kebanyakan majalah intisari, katanya, bukan iklan.Konon, waktu masih balita, aku suka ngerecokin orangtua minta dibacakan majalah atau buku cerita, padahal kedua orangtuaku sibuk bekerja, ayahku pegawai negeri yang sering dinas keluar kota sementara ibuku menerima jahitan Karena lebih mudah mengajariku membaca daripada menyediakan waktu untuk membacakan majalah atau buku cerita untukku di tengah kesibukan, alhasil aku melek huruf lebih cepat daripada kebanyakan balita pada saat itu.Konon, karena tidak ada hiburan selain acara TVRI, orangtua lebih suka membelikan bahan bacaan buat anak anak daripada mengajak rekreasi Sialnya, begitu anak anak dianggap sudah bisa bertanggung jawab dan mendapat uang saku bulanan, orangtua hanya bersedia membiayai langganan majalah saja, sedangkan untuk buku anak anak harus beli sendiri.Di situlah dimulai perjuanganku untuk memperoleh dan membaca buku Sementara kedua kakakku menggunakan uang saku untuk pakaian, tas, sepatu atau apa saja yang mereka sukai, hampir seluruh uang sakuku sejak SD habis untuk membeli buku Pakaian cukuplah yang dibuat oleh ibuku, sedangkan yang lainnya bisa menunggu lungsuran dari kedua kakakku kalau mereka sudah bosan Imbangannya, kedua kakakku yang sebenarnya suka membaca tapi tidak sesuka itu untuk membelinya, juga ikut menikmati koleksi buku yang kubeli.Tapi yan...


  2. says:

    buku keroyokan yang sangat menambah wawasan saia terhadap perpustakaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • See Post

  • More Post